tugas CJR Mata Kuliah Berfikir Sistem



CRITICAL JOURNAL REPORT





Matakuliah Berfikir Sistem




PROGRAM DOKTOR PENDIDIKAN ISLAM



Oleh:


Fauziah Nasution (4002183085)





Dosen Pembimbing:

 DR. MARDIANTO, M. Pd.  DAN DR. NELIWATI, M.Pd.






                                                                                                 

PROGRAM PASCA SARJANA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

SUMATERA UTARA-MEDAN

2019





























DAFTAR ISI



1.
The Influence Of Learning Styles And Metacognitive Skills On Students’ Critical Thinking In The Context Of Student Creativity Program.
CJR-1

2.
Encouraging Factors for Investment in Higher Education in the Private Sector in Iran.

CJR-2

3.
Pendekatan Berfikir sistemik dalam   Kepemimpinan Transformasional
CJR-3












































CJR-1

International Journal of Education

A.  Data/identitas jurnal

1.      Journal Title                                :  International Journal of Education

2.      Vol./ No.                                       :  II/2/February 2019

3.      Publisher                                      :  Universitas Pendidikan Indonesia

4.      Country of publisher                  :  Indonesia

5.      Subject Category                         :   Education:

6.      Language of fulltext                      English

7.     
Title                                              :
The Influence Of Learning Styles And Metacognitive Skills On Students’ Critical Thinking In The Context Of Student Creativity Program

8.      Author                                          : Didin Samsudin dan Tri Indri Hardini

 

B.     Ringkasan/deskripsi  artikel/jurnal

Artikel  ini merupakan hasil penelitian  2 orang dosen Univ. Pendidikan Bandung terhadap 55 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Korea di sebuah universitas negeri di Indonesia, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan metakognitif, gaya belajar, dan pemikiran kritis serta pengaruh keterampilan metakognitif dan gaya belajar terhadap pemikiran kritis. Penelitian ini menggunakan survei untuk menemukan tentang gaya belajar siswa dan tingkat keterampilan metakognitif mereka. Tes juga dilakukan untuk mengetahui tingkat pemikiran kritis siswa. Data dihitung oleh SPSS untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian untuk gaya belajar menunjukkan bahwa 33 (60%) siswa berada dalam kategori "sedang" dan 22 (40%) berada dalam kategori "tinggi", dan tidak ada siswa yang dikategorikan ke dalam kategori "rendah". Dalam hal keterampilan metakognitif, 53 siswa (98,2%) berada dalam kategori "tinggi" dan 2 (1,8%) dalam kategori "sedang", dan tidak ada yang berada dalam kategori "rendah". Semua siswa diidentifikasi memiliki pemikiran kritis tingkat "tinggi". Berdasarkan uji signifikansi, gaya belajar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pemikiran kritis; Namun, keterampilan metakognisi memiliki pengaruh signifikan terhadap pemikiran kritis.



Kaitannya dengan Matakuliah Berfikir Sistem, artikel ini juga memaarkan konsep dan teori tentang keterampilan  berfikir kritis, bahwa keterampilan berpikir kritis dimasukkan ke dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS). Pemikiran kritis khususnya didefinisikan sebagai keterampilan berpikir menggunakan proses pemikiran dasar untuk menganalisis argumen dan menimbulkan wawasan untuk setiap makna dan interpretasi, mengembangkan pola penalaran kohesif dan logis, memahami asumsi yang mendasari setiap posisi, dan memberikan model presentasi yang dapat diandalkan, singkat dan meyakinkan. dengan beberapa indicator yaitu

1.      Memberikan penjelasan sederhana

2.      Fokus pada pertanyaan b. Analisis pertanyaan c. tanya dan jawab pertanyaan tentang penjelasan

3.      Membangun keterampilan dasar

4.       Pertimbangkan apakah suatu sumber dapat dipercaya atau tidak

5.      Mendedikasikan

6.      Memberikan penjelasan lebih lanjut

7.      Menetapkan strategi dan taktik

Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya belajar dan keterampilan metakognitif memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Pendidikan Korea dalam konteks Program Kreativitas Siswa. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam konteks Program Kreativitas Siswa berada dalam kategori "tinggi". Ini berarti bahwa program tersebut dapat membangkitkan dan mempertajam kemampuan berpikir kritis siswa, karena mengharuskan siswa untuk benar-benar kreatif untuk menciptakan sesuatu dalam kelompok. Hasilnya menyiratkan bahwa Program Kreativitas Siswa harus digunakan sebagai media yang tepat untuk mengasah dan menumbuhkan pemikiran kritis siswa. Selain mengajar dan belajar di kelas, penting juga untuk mendorong siswa untuk bergabung dengan program kreativitas, sehingga mereka dapat menyalurkan kreativitas mereka sambil mengasah keterampilan berpikir kritis mereka.

C.    Analisis(kekhasan dan kemutakhiran, kelebihan dan kelemahan)

1.      Kekhasan dan Kemutakhiran

Kekhasan dan kemutakhiran artikel ini adalah

1)      Artikel ini menjadikan focus kajiannya pada  gagasan  peningkatan keterampilan berfikir kritis mahasiswa luar negeri khususnya Korea, melalui Program Kreativitas Siswa.

2)      Artikel ini membahas swastaisasi PT dalam hal pembiayaan melalui investasi di bidang pendidikan tinggi.



2.      Kelebihan dan Kelemahan

Sebagai sebuah penelitian kuantitatif terhadap 55 siswa Program Studi Pendidikan Korea di sebuah universitas negeri di Indonesia, tentunya hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan.



D.    Rekomendasi

Kemampuan berfikir bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi adalah satu tuntutan. Oleh karena itu tenaga pendidik harus memiliki wawasan yang luas tentang upaya-upaya peningkatan kemampuan berfikir kritis. Artikel ini menurut saya dapat dijadikan refrensi bagi tenaga pendidik yang ingin meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswanya. Untuk menguatkan hasil peneltian ini, Saya merekomendasikan pentingnya  untuk melakukan lebih banyak penelitian tentang topik yang sama di berbagai program studi dan  fakultas bahkan sampai tingkat universitas.











CJR-2

JOURNAL OF MEDICAL EDUCATION



A.  Data/identitas jurnal

1.      Journal Title                            : Journal of Medical Education

2.      Publisher                                 : Shaheed Beheshti University of Medical Sciences and Health Services

3.      Country of publisher              :  Islamic Republic of Iran

4.      Platform/Host/Aggregator     : OJS

5.      Date added to DOAJ              : 29 Mar 2016

6.      Record Last Updated             : 30 Aug 2016

7.      Subject Category                    : Education: Education (General) | Medicine: Medicine (General)

8.      Language of fulltext               : English

9.      Title                                          : Encouraging Factors for Investment in Higher Education in the Private Sector in Iran

10.  Author                                     : Shahram Yazdani1, Marzieh Dashti Rahmatabadi dan Ebrahim Alimohamadi, MSc



B.     Ringkasan/deskripsi  artikel/jurnal

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh tiga orang dosen dari dua universitas berbeda di Taheran Iran yaitu School of Medical Education Sciences, Shahid Beheshti University of Medical Sciences, Tehran, Iran.  Dan Department of Quranic Sciences and Hadith, University of Qom, Qom, Iran. Analisis yang dipergunakan adalah  analisis konten tematik  untuk menjelaskan pendapat para ahli pendidikan yang  terdiri dari orang-orang yang berada di posisi pembuatan kebijakan dan manajemen dan memiliki pendapat tentang tantangan pembiayaan universitas. (Menurut saya artikel ini menggambarkan cara berfikri sistemik dalam melihat problematika pendanaan pendidikan)

Artikel ini memaparkan temuan mereka  bahwa sudah muncul perubahan  pembiayaan PT di Iran  dari  hanya mengandalkan sumber daya pemerintah ke privatisasi.  Bahkan undang-undang teleh memberikan otoritas kepada universitas dan pimpinan untuk membuat kebijakan yang dapat menarik investor untuk berinvestasi. Dengan kata lain mereka dapat mempromosikan berbagai strategi untuk menarik sumber pendanaan swasta ke pendidikan tinggi. 

Artikel ini juga menekankan bahwa minat investor  untuk berinvestasi tidak telepas dari prinsip ekonomi. Oleh karena itu pendidikan tinggi dituntut  menghasilkan out put  yang  sesuai kebutuhan investor. Hal ini dibutuhkan untuk menepis image bahwa universitas hanya melatih sumber daya manusia untuk mendapatkan gelar pendidikan dan tidak memiliki skill atau keterampilan sosial yang diperlukan. Perkembangan yang mengembirakan adalah bahwa universitas telah berhasil menarik sumber-sumber swasta untuk berinvestasi pada  unit penelitian dan unit pengembangan. Investasi dikedua bidang ini diharapkan dapat berkembang lebih luas mengingat kebutuhan  masyarakat akan  pendidikan.  Diakhir tulisannya para penulis menekan bahwa penelitian mereka bebas dari berbagai kepentingan pihak-pihak tertentu  (murni kajian akademik. Pen.)



C.    Analisis(kekhasan dan kemutakhiran, kelebihan dan kelemahan)

1.    Kekhasan dan Kemutakhiran

Kekhasan dan kemutakhiran artikel ini adalah; secara umum artikel telah menggunakan berfikir sistem dalam melihat permasalahan pendanaan dalam dunia pendidikan, secara spesifik:

1)      Artikel ini menjadikan focus kajiannya pada  gagasan investasi pendidikan untuk investasi sosial menuju pendidikan tinggi  dengan mempromosikan bisnis kewirausahaan dan ekonomi  berbasis pengetahuan dalam masyarakat.

2)      Artikel ini membahas swastaisasi PT dalam hal pembiayaan melalui investasi di bidang pendidikan tinggi.



2.    Kelebihan dan Kelemahan

Kelebihan artikel ini adalah menjadikan pakar pendidikan; orang-orang yang berada di posisi pembuatan kebijakan dan manajemen dan memiliki pendapat tentang tantangan pembiayaan universitas sebagai informan dalam penelitiannya. Sehingga data yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Dan dapat menjadi satu tawaran konsep dalam pengembangan investasi di dunia pendidikan tinggi.

Sedangkan kelemahan artikel ini adalah tidak dapat digeneralisaikan karena bersifat kasuistik. Namun tetap dapat dijadikan acuan dalam melihat problematika pendanaan pendidikan melalui berfikir sistemik. Betapa bahwa masalah pengelolaan pembiayaan pendidikan harus dilihat secara konprehensif.



D.  Rekomendasi

Dengan kondisi ekonomi bangsa kita saat ini, ide- ide pemikiran dalam artikel ini dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan konsep investasi dalam bidang pendidikan tinggi. hal ini mengingat ada kesamaan kondisi masyarakat Iran dengan sebagian masyarakat Indonesia yang perduli terhadap pendidikan tinggi bangi anak-anaknya, meski harus mengeluarkan dana yang besar. Kesamaan ini menurut saya tidak terlepas dari faham teologi yang dianut mayarakat Iran dan Indonesia; Islam.



E.       Simpulan

Artikel ini menyatakan bahwa sudah  mulai muncul perubahan system pembiayaan dalam bidang pendidikan tinggi di Iran,  dari hanya mengandalkan pembiayaan pemerintah kepada privatisasi atau swastaisasi melalui investasi sosial dalam bidang pendidikan tinggi. hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada pendidikan tinggi. Pemikiran ini tidak terlepas dari cara berfikir sistemik yang dipergunakan dalam melihat persoalan pembiayaan pendidikan di Iran.















DJR-3

JOURNAL PAX HUMARA

A.    Data/identitas jurnal

1.      Journal Title                                 : Journal Pax Humara, Vol. III no. 2 tahun 2016

2.      Publisher                                       : Yayasan Bina Darma

3.      Country of publisher                   :  Indonesia

4.      Platform/Host/Aggregator           : OJS

5.      Subject Category                          : Humaniora

6.      Language of fulltext                     : Indonesia

7.       
Title
 :   Pendekatan Berfikir sistemik dalam   Kepemimpinan Transformasional

8.      Author                                           : Ricky Arnold Nggili



B.     Ringkasan/deskripsi  artikel/jurnal

Artikel ini  membahas pentingnya berfikir sitemik dalam kepemimpinan transformasional yang diharapkan terus menghasilkan perubahan di dunia yang serba cepat. di tengah perkembangan teknologi komunikasi menghasilkan era globalisasi yang tak terbatas dan bergerak dinamis, berfikir sistemik dapat menjadi pendekatan efektif untuk menyadari visi dan tujuan yang diinginkan guna menolong pemimpin transformasi. Berfikir sistemik adalah pendekatan intelektual untuk memahami kompleksitas dunia secara holistik. Pendekatan ini tidak Tidak hanya menghasilkan perubahan lebih cepat, tetapi juga menjaga keberlanjutan nilai-nilai pemimpin.

Berpikir sistemik merupakan syarat mutlak untuk mengendalikan setiap komponen yang ada dalam percepatan gerakan dunia saat ini. Semua hal yang terdapat di sekitar kita dan kejadian yang terjadi di dunia ini merupakan sebuah sistem yang saling berkaitan dan terhubung satu dengan lainnya. Banyak unsur dan elemen-elemen yang terkait satu dengan lainnya. Sistem merupakan suatu susunan elemen yang memiliki arah tujuan yang sama. Dalam sistem ada suasana berinteraksi, saling terkait, dan saling ketergantungan guna membentuk suatu kelompok yang kompleks dan terpadu. Melalui pendekatan berfikir sistemik, pemimpin dapat mengoptimalkan karakter kepemimpinan transformasional pada ranah praktis. Berfikir sistemik dapat secara praktis diterapkan dalam mengontrol dan mengembangkan karakter kepemimpinan.

Gaya kepemimpinan  transformasional, menekankan pada ketepatan sang pemimpin dalam mengadakan perubahan. Paradigma kepemimpinan ini diperkenalkan oleh James MacGregor Burn dan Bernard Bass fokus perhatiannya pada kepemimpinan karismatik, yang mampu menciptakan visi dan lingkungan yang mampu memotivasi anggotanya untuk berprestasi melampaui harapan.   Artikel menyimpulkan bahwa  perubahan yang dihadapi dunia saat ini membutuhkan pemimpin baru yang bersedia untuk membuat perubahan revolusioner yang akan memungkinkan mereka untuk tetap kompetitif dalam lingkungan yang kompleks dan dinamis. Pemimpin harus memberikan perhatian secara menyeluruh terhadap orang-orang yang dipimpinnya, dan lingkungan yang menjadi wadah ia untuk mewujudkan visi idealnya. Untuk itu pendekatan system thinking dapat menjadi tools yang tepat dalam menjawab kebutuhan manajerial

Ada beberapa hal yang dapat dicatat sebagai upaya menjadi pemimpin trasnformatif menerapkan pendekatan system thinking di era yang penuh persaingan saat ini. Pertama, kepemimpinan transformasional bukanlah hanya berkaitan dengan karisma seorang pemimpin, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan visi sang pemimpin.

Kedua, pada tataran manajerial, para pemimpin transformasional seringkali mengalami kesulitan untuk menjamin keberlanjutan visi. Hal ini dikarenakan oarang-orang yang dipimpinnya sering termotivasi hanya oleh dirinya. Untuk itu sistem transformasi tidak berlanjut pada saat ia tidak memimpin. Dibutuhkan sebuah pendekatan yang tepat dalam mengendalikan karakter kepemimpinan, sehingga tidak tercipta pengultusan terhadap sang pemimpin. Dengan system thinking, seorang pemimpin dapat membangun sebuah mesin raksasa yang dapat bekerja secara otomatis dalam menjaga karakter dan jiwa kinerja untuk pewujudan visi sang pemimpin. System thinking dapat membantu seorang pemimpin untuk membangun sebuah sistem belajar yang terus bergerak menunju pewujudan visi dan mampu untuk melakukan evaluasi diri dengan sendirinya. Sistem tersebut terkontrol di atas dasar karakter transformasional sang pemimpin. Ketiga, pendekatan holistik dalam system thinking merupakan pengembangan kepemimpinan secara utuh, menyeluruh, selaras dan terpadu mencakup pengembangan personal mastery, leadership mastery , business mastery, dan governance mastery. Keempat, kompleksitas dan dinamika dalam dunia saat ini bukanlah sesuatu yang salah, namun merupakan peluang untuk mewujudkan visi dan tujuan seorang pemimpin. Kompleksitas yang ditunjukkan dunia lewat semakin tingginya independensi tiap individu, lalulintas relasi antar individu yang semakin padat, menjadi peluang bagi para pemimpin untuk lebih cepat mewujudkan visinya. Selain itu suasana dinamis yang tercipta sebagai akibat dari interaksi antar individu membuat terciptanya lingkungan yang kondusif untuk pewujudan tujuan dari seorang pemimpin. Kompleksitas dan dinamika yang dikelola secara tepat oleh system thinking mampu menjadi sumber energi positif bagi kepemimpinan transformasional. Perubahan akan lebih mudah tercipta dengan system thinking.

Pemimpin transformasional merupakan seseorang yang mampu mewujudkan perubahan dan mngendalikan arah dari perubahan tersebut



C.    Analisis (Kekhasan dan kemutakhiran, kelebihan dan kelemahan)

1.    Kekhasan dan Kemutakhiran

Kekhasan dan kemutakhiran artikel ini adalah

Artikel ini membahas type kepemimpinan yang menjadi kebutuhan zaman saat ini, yaitu kepemimpinan transformasional  dan  menawarkan pendekatan system thinking untuk  menjadi tools yang tepat dalam menjawab kebutuhan manajerial.

2.    Kelebihan dan Kelemahan

Kelebihannya artikel ini membahas isu penting dan actual saat ini, namun kelemahannya masih banyak kalangan yang tidak memahami dan mengenal isu-isu kepemimpinan  transformasional dan teknik berfikir sistem.



D.  Rekomendasi

Dengan kondisi bangsa kita saat ini, ide- ide pemikiran dalam artikel ini dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan konsep  kepemimpinan baru masa depan.  Pemikiran penulis bahwa berfikir sistemik adalah satu solusi bagi problema manajerial sebuah organisasi, patut diapresiasi dan diterapkan dalam kepemimpinan.

E.        Simpulan

Artikel menyimpulkan bahwa  perubahan yang dihadapi dunia saat ini membutuhkan pemimpin baru yang bersedia untuk membuat perubahan revolusioner yang akan memungkinkan mereka untuk tetap kompetitif dalam lingkungan yang kompleks dan dinamis. Pemimpin harus memberikan perhatian secara menyeluruh terhadap orang-orang yang dipimpinnya, dan lingkungan yang menjadi wadah ia untuk mewujudkan visi idealnya. Untuk itu pendekatan system thinking dapat menjadi tools yang tepat dalam menjawab kebutuhan manajerial.










Komentar